Minggu, 16-06-2024
  • Selamat Datang di Official Website Putri Hijabfluencer Indonesia

Yuniar Maulidya – Jawa Timur

Diterbitkan : - Kategori : Finalis 2023

Nama : Yuniar Maulidya
Asal : Jawa Timur
Tempat, tanggal lahir : Jember, 9 Juni 2004
Motto Hidup : “Jadilah manusia yang bermanfaat bagi sesama “
Posisi : Winner PutriHijabfluencer Jawa Timur 2023

Prestasi yang diraih :

  • Juara 2 Baca Puisi FLS2N
  • Juara 2 Presenter Muda Universitas Islam Jember
  • Juara 1 Cipta dan Baca Puisi
  • Juara 1 Pidato Universitas Muhammadiyah Jember
  • Winner Putri Hijabfluencer Jawa Timur 2023

Pengalaman Organisasi

  • Osis SMAN 02 Tanggul
  • Paskibra SMAN 02 Tanggul
  • Komunitas Gerakan Peduli Anak Yatim Piatu dan Dhuafa
  • Organisasi Cerdas Berdigital

Biografi Yuniar Maulidya :
Salah satu perwakilan Putri Hijabfluencer Indonesia, Yuniar Maulidya, atau yang akrab disapa Niar. Perempuan belia berusia 19 tahun yang berasal dari salah satu desa terpencil di daerah Jawa Timur, tepatnya di Tanggul, Jember 09 Juni 2004. Yuniar merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Ayahnya seorang pensiunan guru honorer yang setiap bulan gajinya tak sampai di angka 700ribu dan harus menghidupi 7 orang anggota keluarga serta menyekolahkan 5 anaknya. 25 tahun sudah ayahnya mengabdi pada pendidikan namun tak pernah sekalipun diangkat sebagai anggota pns. ibunya adalah seorang ibu rumah tangga, yang kadang kala membantu mencari penghasilan lewat berjualan makanan. Menjadikan setengah dari umurnya untuk mengabdi pada suami serta mendidik putri-putrinya.
Yuniar lahir di lingkungan islami, dari kecil Yuniar telah dikenalkan dengan hijab serta akhlak dan adab yang baik. Namun, dengan latar belakang ekonomi keluarganya, Yuniar tumbuh menjadi seorang perempuan muslimah yang tangguh dan juga mandiri. Pembekalan ilmu yang selalu diajarkan oleh kedua orang tuanya membuat pola pikirnya menjadi lebih dewasa daripada anak seusianya. Sejak kecil, Yuniar telah diajarkan untuk berkomunikasi serta berperilaku yang baik. Banyak prestasi yang sudah Yuniar Maulidya raih. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten hingga ke ajang provinsi. Semua niar tekuni sesuai dengan bidang keahliannya.
Saat duduk di bangku SMA adalah masa dimana Yuniar harus menelan kenyataan pahit dan harus mulai ikut berjuang untuk mencari penghasilan. “Di tahun 2019 ayah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang guru karna penyakit katarak di matanya kian memburuk. Awalnya ayah tak pernah setuju dengan keputusan ini. Ayah bilang, siapa nanti yang akan menghidupi kebutuhan keluarga kalau ayah berhenti menjadi guru. Dengan persetujuan dan desakan dari keluarga akhirnya ayah setuju untuk berhenti bekerja.” Kata Yuniar. Karna keadaan keluarganya kian memburuk, Yuniar akhirnya memutuskan untuk mencari pekerjaan yang bisa dilakukannya sambil sekolah. Setiap harinya, sepulang sekolah Yuniar harus menjajakan jualannya kepada teman-temannya. Entah melalui social media ataupun ditawarkan secara langsung. Semua Yuniar lakukan hanya untuk bisa membantu kehidupan ekonomi keluarganya.
Ketertarikan Yuniar di bidang beauty pageant muncul disaat Yuniar baru saja lulus SMA. Yuniar merasa iri dengan teman sebayanya yang bisa melanjutkan pendidikannya di bidang kuliah sedangkan Yuniar harus bekerja. Dari sana motivasi Yuniar untuk mengikuti ajang beauty pageant kian meningkat. ” aku tak ingin dianggap rendah hanya karna aku lulusan SMA. Aku tak ingin nilai dan status sosial menjadi rendah daripada teman-teman sebayaku. Aku punya tekad dan keinginan yang tinggi untuk bisa menaikkan derajat orang tuaku dimata publik. Hingga akhirnya aku mengikuti ajang ini. Kekalahan dan kegagalan sudah pernah aku rasakan di beauty pageant sebelumnya. Hingga akhirnya aku memetik buah kesabaran dan buah perjuanganku di ajang Putri HijabFluencer ini.” Ucap Yuniar saat itu.
Perjuangan keluarga Yuniar tak mudah hingga Yuniar sampai di titik ini. Banyak hal yang sudah dikorbankan mulai dari tenaga, waktu serta finansial, semua itu dilakukan hanya agar Yuniar bisa mencapai semua impiannya. Yuniar pernah bilang ” Aku tak pernah merasa diriku hebat tanpa doa dan dukungan keluargakuu yang luar biasa kuat. Aku bahkan tak pernah sekalipun merasa bahwa diriku yang menang, tapi aku selalu merasa bahwa keluargaku yang menang atas pengorbanan dan perjuangan ini.”
Motto hidup yang selalu dipegangnya hingga kini adalah ” jadilah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya ” hingga kini, Yuniar tak pernah membalas jika dihina, dibully serta direndahkan. ” Karna aku percaya bahwa energy yang aku pancarkan akan diterima dengan baik oleh orang lain, kalaupun mereka masih blm bisa menerimaku bukan berarti tak bisa, namun masih belum ” itu kata Yuniar.
“Bukan aku yang hebat tapi doa kedua orang tuaku yang kuat. Aku tak ingin disebut sebagai pemenang untuk dipuji. aku hanya ingin orang tuaku yang di junjung serta dipuji kehebatannya, terima kasih ayah mama” Ucap Yuniar saat itu.
Kisah Yuniar tidak berhenti disini, kisahnya baru akan dimulai dari sini. Perempuan belia berusia 19 tahun yang bertekad memberanikan dirinya untuk mengejar mimpinya di kota besar yang sama sekali belum pernah di tapaki oleh kakinya. Yuniar menunjukkan bukti nyata bahwa usia bukanlah penghalang bagi kamu, jika kamu punya tekad, motivasi serta usaha yang kuat, kamu akan mampu meraih itu semua.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Post Terkait

LUTPYAH – Sumsel

Rabu, 14 Feb 2024

Ghina Aulia Rizky – Kalteng

Rabu, 14 Feb 2024

Fitria Nur Alifa – Jabar

Rabu, 14 Feb 2024

Rista Nuri Andriani – Jabar

Rabu, 14 Feb 2024

Suci Nurhalizah – Lampung

Rabu, 14 Feb 2024