Hanifah Husein Hizbullah
Runner Up Putri Hijab NTB 2023
“Being an impactful person matters. Hidup adalah pembelajaran terus menerus dan berbagi pengalaman membuatnya lebih bermakna”
Nama : Hanifah Husein Hizbullah
Asal : Nusa Tenggara Barat
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 18 Juni 1997
Posisi dalam putri hijabfluencer (juara/Finalis) : Runner Up Putri Hijab NTB 2023
Prestasi dalam 5 tahun terakhir :
Hobi : Bermain musik, menari, menggambar, menulis & bercerita (storytelling)
Motto : Being an impactful person matters. Hidup adalah pembelajaran terus menerus dan berbagi pengalaman membuatnya lebih bermakna
Pengalaman berorganisasi :
Hanifah Husein Hizbullah, akrab dipanggil Hani, merupakan seorang content creator kelahiran Jakarta, yang tumbuh besar di Bogor, dan saat ini menetap berdomisili di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Anak tengah dan satu-satunya perempuan dari tiga bersaudara keluarga perantau ini menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika dan selalu ingin mengharumkan nama tempat tinggalnya dimanapun ia berada.
Itulah sebabnya Hani mengikuti ajang Putri Hijabfluencer untuk mengikatkan potensi pariwisata NTB dan membuktikan bahwa hijab tidak membatasi kita untuk berkarya, seperti Hani yang berani berbagi pengalamannya sebagai ibu pada akun instagram @hanihizb dan berbagi ilmunya terkait kosmetik dan skincare pada akun instagram @fleurensea untuk menjalankan passionnya sebagai beauty enthusiast.
Perempuan berusia 26 tahun ini memang memiliki concern terhadap pemberdayaan perempuan, dengan keyakinan bahwa perempuan dapat terus aktif dan inovatif walaupun berperan sebagai ibu rumah tangga, bahkan berhijab, tidak menghentikan kreativitas dan produktivitas kita.
Sebelumnya, sarjana lulusan IPB ini bekerja sebagai Quality Control (QC) Supervisor selama 3 tahun pada salah satu perusahaan maklon kosmetik ternama di Bogor yang telah berhasil mendaftarkan ratusan merek dan varian produk di BPOM. Hani juga telah menghasilkan 5 artikel ilmiah yang terpublikasi dalam jurnal nasional maupun internasional. Selain itu, ia pun pernah menjadi delegasi pada kegiatan di Jepang, Thailand dan Pakistan. Hani juga sempat menerima letter of acceptance (LoA) untuk studi lanjut di James Cook University Australia dan Stirling University Skotlandia UK. Namun, setelah menikah dan dikaruniai malaikat kecil, Hani memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga seraya meniti karir sebagai content creator terlebih dahulu.
Keputusan sulit tersebut Hani ambil karena ingin memiliki kebebasan waktu, agar bisa bekerja darimanapun dan tetap bisa mengabdi untuk keluarga sebagai seorang ibu dan istri. Karir bisa diulang, tapi masa kecil anak tidak bisa diulang. Hani ingin mengisi masa emas (golden age) anaknya dengan se-optimal mungkin, dengan berada di sisinya.
Tidak sedikit pula rintangan yang perlu dihadapi Hani dalam posisi barunya sebagai content creator, menurutnya kegiatannya sekarang sangat bertolak belakang dengan background keilmuannya, dan sangat minim support yang didapat. Sehingga Hani pun membangun komunitas content creator “Grow and Learn Pal” atau disingkat GALPAL dengan nama akun instagram @galpal.id untuk bisa saling sharing terkait pembuatan konten dan bagaimana kita bertumbuh menggapai impian, bersama-sama mengasah skill dan meningkatkan kemampuan self-development, karena Hani yakin bahwa kita tidak perlu takut memulai hal baru sebab ada keluarga di komunitas yang bisa selalu saling membantu.
Menurut Hani, kesuksesan tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan atau posisi kita saat ini, tapi kesuksesan diukur dari seberapa berani kita melawan ketakutan untuk memulai dan menjalani hal yang baru.

Beri Komentar