Rabu, 08-04-2026
  • Selamat Datang di Official Website Putri Hijabfluencer Indonesia

Fadhilatunnisa Arrozi – Jakarta

Diterbitkan : - Kategori : Finalis 2023

Biodata
Nama : Fadhilatunnisa Arrozi
Jabatan : Runner Up 2 Putri HijabFluencer DKI Jakarta 2023
Tempat, Tanggal Lahir: Pulau Panggung, 16 Oktober 2001
Motto : Yakinlah karena sesungguhnya dibalik kesulitan pasti ada kemudahan selagi berusaha dan berdoa, semua yang sedang kita usahakan pasti akan terwujud di waktu yang tepat dan teruslah untuk meng-upgarade diri menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Prestasi :
Runner Up 2 Putri HijabFluencer Provinsi DKI Jakarta 2023
Juara 1 Tari Kreasi Dies Natalis Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang 2021
Juara 1 Make Up Face Painting Jurusan Farmasi 2021
Finalis Putra Putri Kampus Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang 2021
Juara 1 Video Kreatif PIMNAS 2020

Pengalaman Organisasi :
Sekertaris Palang Merah Remaja Paspalm’sthree 2018
Himpunan Mahasiswa Jurusan Farmasi (HMJ) Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang 2020 (Biro Humas)
Anggota Tari Unit Kegiatan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang 2021
Anggota Poltekkes English Club (PEC) Unit Kegiatan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang 2021
Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang 2021 (Komisi III)
Beauty Community Looke University dan Rubi Community 2023

Ceritakan Singkat :
Halo Assalamu’alaikum, perkenalkan seorang Perempuan berusia 22 tahun bernama Fadhilatunnisa Arrozi dengan makna nama “Keutamaan Seorang Wanita yang berwibawa dan Ahli Pendidikan” dan biasa dipanggil Fadhila. Merupakan anak Perempuan ke 3 dari 3 bersaudara. Lahir dan besar dari keluarga yang menjunjung tinggi adab, akhlak dan agama yang tinggal jauh dari perkotaan di provinsi Lampung tepatnya di kabupaten Lampung Utara tidak membuat semangatnya luntur untuk menggapai mimpi-mimpinya. Ia sangat senang sekali untuk mencoba hal-hal baru dihidupnya dan ia pun sangat senang berinteraksi dengan orang baru karena pikirnya dengan begitu ia bisa menambah relasi se luas-luasnya.
Fadhila memiliki pengalaman yang sangat menarik tentang perlombaan. Jadi, Saat Fadhila menginjak usia 7 tahun ia mengikuti sebuah ajang pemilihan Da’i Cilik namun sayangnya saat pertengahan lomba ia melihat satu orang lelaki yang menatapnya dengan mata yang terbuka lebar dan rambut yang mekar sehingga membuatnya takut lalu ia menghentikan ceramahnya ditengah jalan. Sejak saat itu ia memiliki rasa takut yang berlebih saat harus berbicara didepan orang banyak. Namun, rasa takut itu tidak ia biarkan untuk menguasai dirinya. 3 tahun kemudian ia mencoba lagi dengan lomba yang sama, ia mencoba melawan dan menahan rasa takutnya. Fadhila berhasil menempati posisi sebagai Da’i Cilik Harapan III, walaupun bukan diposisi pertama namun ia tetap bangga dengan pencapaiannya itu karena ia mampu mengendalikan dirinya dan melawan rasa takut yang ia dapatkan dari lomba sebelumnya.
Awal mula fadhila berhijab di usia 9 tahun saat duduk di bangku kelas 3 SD terbesit dibenaknya untuk memakai hijab disekolah. Namun, ibunya berkata “kalau kamu mau memakai jilbab seterusnya kamu tidak boleh melepasnya lagi. Jangan cuman pakai jilbabnya disekolah saja tapi saat keluar rumah pun harus tetap pakai”, dan ia pun menyetujui perkataan sang ibu. Sejak saat itu Fadhila dan 2 teman lainnya menjadi Perempuan berhijab pertama disekolahnya. Namun, saat ia berhijab ada saja godaan yang datang untuk ia melepas hijabnya tetapi Ketika ia sedang goyah ia selalu mengingat perkataan dari ibunya tadi dan ia pun tetap berkomitmen dan konsisten terhadap hijabnya hingga sekarang.
Saat dibangku SMP ia mengikuti salah satu ekstrakulikuler yaitu drumband, saat pemilihan posisi alhamdulillah ia terpilih menjadi mayoret diangkatannya. Dengan menggunakan hijab nya ia tetap eksis tampil menjadi seorang mayoret. Tidak hanya sampai situ, saat menginjak bangku SMA ia pun cukup aktif mengikuti beberapa ekstrakulikuler di sekolahnya seperti ROHIS,PMR dan OSIS.
Rasa takut yang berlebih saat ia kecil pun belum hilang sepenuhnya dari dirinya. akhirnya, saat awal masuk kelas 12 SMA ia mencoba lagi melatih dirinya dengan mengikuti lomba Speech Contest di acara English Festival. Saat itu ia hanya bisa masuk sampai 10 besar saja. Salah satu juri berkata kepadanya “Penampilan kamu sudah cukup bagus hanya saja kamu kurang percaya diri sehingga belum bisa masuk ketiga besar” ucapnya. Hal itu tidak membuat fadhila down melainkan semua masukan dari juri ia catat dan ia jadikan evaluasi dirinya untuk kedepannya.
Ketika kelulusan SMA dikelas fadhila mengadakan kotak saran sehingga seluruh anak kelas jika ada pesan yang ingin disampaikan bisa melalui kotak saran tersebut tanpa menyebutkan Namanya. Dihari terakhir pemakaian kotak saran keluar satu surat yang ditujukan untuk fadhila yang inti bunyinya “Fadhila Anak Kampung Kebelet Gaul”. Mungkin karena fadhila suka berinteraksi dengan banyak orang sehingga ada yang menulis surat seperti itu. Menurut fadhila isi surat itu bukanlah sebuah saran namun sebuah kritikan yang tidak membangun. Tetapi Prinsip hidup yang ia pegang dari sejak kecil adalah ia tidak suka menciptakan keributan, oleh karena itu ia memilih menjaga ketenangan batin nya. Kata-kata itu hanya ia tampung dalam dirinya sendiri. Ia lebih senang membuktikan bahwa perkataan itu bukanlah kebenaran yang sesungguhnya kepada orang yang meragukan dan menyepelekannya daripada ia harus membalas perkataan orang tersebut dengan Perkataan juga karena hanya akan menguras energinya saja. Tidak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak akan percaya itu. Just focus on myself, waktu yang akan membuktikannya.
Ia melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan D3 Farmasi di Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang. Pada saat kuliah D3, fadhila makin semangat untuk terus meng-upgrade dirinya karena seperti yang sudah dikatakan diatas ia sangat senang mencoba hal baru yang membuat ia keluar dari zona nyaman dan ia yakin bahwa tuhan selalu melihat kerja kerasnya sehingga tidak ada yang tidak mungkin jika tuhan sudah berkehendak. Ia mendapatkan banyak Pelajaran berharga dari pengalamannya tersebut. Di kuliah ia mengikuti organisasi seperti Himpunan Mahasiswa jurusan, UKM Tari dan UKM PEC di tahun ke 1 dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa di tahun ke 2 serta mengikuti lomba Putra Putri kampus. Namun, ia belum berhasil memasuki 3 besar tetapi ternyata pengalaman yang ia dapat sangat luar biasa bermanfaat untuknya dimasa depan.
Ketika sudah lulus kuliah D3 ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sarjana (S1). Seorang anak Perempuan terakhir, memberanikan dirinya untuk beranjak pergi merantau di kota besar DKI Jakarta. Lagi dan Lagi ia keluar dari zona nyamannya. Selama masa pendidikannya di kota Lampung ia memiliki kegiatan yang cukup banyak, beda halnya saat di Jakarta kegiatan yang ia lakukan hanya kuliah dan main bersama teman-teman nya. Kemudian ada satu kejadian yang cukup mengguncang dirinya hingga membuatnya berada dititik terendah lalu ia dikenalkan oleh temannya sebuah pageant yang Bernama Putri Hijabfluencer yang kebetulan saat itu sedang pembukaan audisi.
Seorang temannya berkata lewat telepon ”dhil, jadi influencer yuk? Daripada lu boring dikosan kebanyakan overthinking mending isi kegiatan lu dengan hal yang bermanfaat”. Pada akhirnya atas restu kedua orangtua dan kedua saudarinya Fadhila memberanikan mendaftarkan dirinya di ajang Putri Hijabfluencer DKI Jakarta tahun 2023 dan temannya pun mengikuti ajang yang serupa yaitu muli mekhanai di kota metro provinsi Lampung.
Setelah mengikuti audisi ia terpilih sebagai top 5 Putri berbakat dan masuk ke top 20 besar sehingga melanjutkan ke karantina dan Grand final. Saat persiapan grand final ia sadar bahwa ia masih mempunyai rasa takut di masa kecilnya itu. Hingga ia mencoba untuk mengambil kelas public speaking untuk menambah rasa percaya dirinya saat tampil di depan banyak orang.
Pada malam grandfinal, dengan perjuangannya yang sungguh-sungguh dan do’a yang selalu ia panjatkan untuk hasil yang terbaik alhamdulillah Fadhila dinobatkan sebagai Runner UP 2 Putri Hijabfluencer DKI Jakarta dan sebagai perwakilan DKI Jakarta 3 menuju ke nasional yaitu Putri Hijabfluencer Indonesia tahun 2023. Ia berhasil menghilangkan rasa takut yang ia meliki sejak kecil dan perlahan rasa percaya diri akan dirinya semakin meningkat.
Pesan dari cerita diatas adalah jangan takut untuk bermimpi, apapun yang kita impikan jika kita berusaha bersungguh-sungguh berani keluar dari zona nyaman maka mental kita akan ditempa dan dilatih sehingga kita menjadi seorang pejuang dengan mental yang kuat dan jangan melupakan sang pencipta maka semua Impian kita satu persatu akan terwujud. Sesungguhnya dibalik kesulitan itu pasti ada kemudahan. Tetap semangat dan terus berjuang hingga langit adalah batas kesuksesan kita, sekian dan terimakasih…

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Post Terkait

LUTPYAH – Sumsel

Rabu, 14 Feb 2024

Ghina Aulia Rizky – Kalteng

Rabu, 14 Feb 2024

Fitria Nur Alifa – Jabar

Rabu, 14 Feb 2024

Rista Nuri Andriani – Jabar

Rabu, 14 Feb 2024

Pindi Gayatri – Riau

Rabu, 14 Feb 2024